Plagiarisme Yang Menuai Sorak Sorai

Mark Zuckerburg, tentu tidak main-main ketika menciptakan gagasan mengenai situs jejaring sosial media. Ia menghabiskan banyak waktu me...



Mark Zuckerburg, tentu tidak main-main ketika menciptakan gagasan mengenai situs jejaring sosial media. Ia menghabiskan banyak waktu memikirkan ide tentang bagaimana membuat sebuah situs online yang dapat memudahkan siapapun bertegur sapa, bertukar kabar, menjalin komunikasi, atau menambah jumlah rekan dan teman tanpa perlu bersusah payah merengkuh hingga ke tempat yang jauh. Mengandalkan koneksi internet dan paket data, gagasannya menerobos jarak dan memperpendek jam-jam panjang yang biasa ditempuh orang dengan jalan kaki atau alat transportasi. Mengandalkan jemari dan tekonologi (gadget), gagasannya membuat siapapun saling terhubung. Orang-orang bisa mengunggah kolase foto, bercerita, atau berbagi informasi.

Kemudian, gagasan yang kita kenal sebagai Facebook tersebut ia perbaiki, ia revisi, hingga hadirlah tombol-tombol dengan beragam guna dan fungsi, diantaranya tombol share atau bagikan.

Karena facebook dilahirkan dengan sebuah tujuan, begitupun tombol-tombol tersebut, ada bukan sebab sembarang. Tombol share memudahkan kita untuk membagikan atau menyebarluaskan postingan orang yang kita sukai, baik tulisan (resep masakan, curhat, puisi, kisah, essai, cerpen, dan sebagainya) maupun hasil potografi.

Artinya, melalui tombol share tersebut Mark mengantisipasi praktek lancung yang sudah mengurat mengakar (atau boleh kita menyebutnya warisan?) dalam lingkup hidup kita yakni plagiarisme. Mark tahu betul betapa sulitnya menciptakan ide, melahirkan pemikiran. Pemuda yang memilih untuk tak menyelesaikan kuliahnya ini sangat memahami, bahwa untuk menelurkan hasil karya membutuhkan perjuangan dan kerja keras. Mark bukan Profesor yang pastinya mengerti seluk beluk pembajakan, ia bukan pula seorang pengajar tetap universitas yang tentunya mengetahui hal-hal apa saja yang tergolong ke dalam plagiarisme.

Namun lewat tombol share yang ia munculkan di facebook, Mark, secara tidak langsung telah berusaha mengingatkan kita akan arti penting sebuah karya. Oleh karena itu jika kelak user mengagumi hasil karya orang lain, menyukai setiap jepretan poto orang lain, merasa tergugah pikirannya akan tulisan orang lain, maka tak perlu repot-repot melakukan copy dan paste. Cukup tekan share, maka postingan yang kita sukai akan muncul di akun sendiri. Dan, tombol share ini juga menyediakan pilihan: apakah ingin menulis komentar sebelum dibagikan, atau cukup dibagikan saja tanpa komentar. As simple as that.

Lalu kita?

Masih saja melakukan copy paste tanpa izin, menjiplak hasil karya orang lain dengan tidak menuliskan nama pemiliknya maupun sumbernya, seolah-olah postingan tersebut adalah hasil karya sendiri. Bangga kita katakan pada dunia bahwa postingan tersebut berasal dari pemikiran dan kerja keras kita, sembari berharap tak ada siapapun yang mengetahui atau menyinyiri. Dengan begitu kita akan dianggap lebih hebat, lebih cerdas, lebih berbudaya dari siapapun yang pernah ada.

Sementara ada yang kita lupa bahwa kasus plagiarisme amat kerap terungkap di hadapan publik, bau busuknya selalu saja merebak di permukaan. Ditambah lagi di era teknologi sekarang ini mudah sekali melacak sesuatu apakah berpotensi pembajakan atau plagiarisme. Sebut saja kasus plagiarisme yang dilakukan Nanda Diani –mahasiswi di salah satu universitas swasta di kota Medan- beberapa bulan lalu, atau yang sekarang sedang hangat-hangatnya, plagiat yang dilakukan Asa Firda Inayah atau lebih dikenal dengan Afi pada sebuah tulisan yang berjudul Agama Kasih. Tulisan yang diposting setahun lalu oleh pemiliknya, Mita Handayani ini, dikutip dengan persis oleh Afi tanpa menyertakan nama penulis aslinya. Imbasnya, pembaca yang cukup jeli dan pernah membaca tulisan tersebut ramai-ramai menyorot kredibilitas Afi sebagai seorang yang tulisannya acap viral.

Dalam buku Bahasa Indonesia: Sebuah Pengantar Penulisan Ilmiah yang ditulis oleh Felicia Utorodewo, dkk disebutkan hal-hal yang disebut sebagai plagiarisme yaitu: mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri; mengakui gagasan orang lain sebagai pemikiran sendiri; mengakui temuan orang lain sebagai kepunyaan sendiri; mengakui karya kelompok sebagai kepunyaan atau hasil sendiri; menyajikan tulisan yang sama dalam kesempatan berbeda tanpa menyebutkan asal-usulnya; meringkas dan memparafrasekan (mengutip tak langsung) tanpa menyebutkan sumbernya; dan meringkas dan memparafrasekan dengan menyebut sumbernya namun rangkaian kalimat dan pilihan katanya masih terlalu sama dengan sumbernya.

Sementara Herqutanto dalam bukunya Plagiarisme, Runtuhnya Tembok Akademik menyebutkan jenis-jenis plagiarisme di antaranya: plagiarisme ide; plagiarisme isi (data penelitian); plagiarisme kata, kalimat, paragraf; dan plagiarisme total.

Berdasarkan keterangan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa plagiarisme tidak hanya menyasar pada karya ilmiah atau buku, akan tetapi tulisan atau postingan yang diambil dan dijiplak dari internet pun (twitter, facebook, instagram, pinteres, blog) dapat disebut plagiarisme jika tidak menyertakan sumber aslinya.

Para ahli telah menegaskan rambu-rambu plagiarisme hingga sedetil-detilnya namun praktek plagiarisme masih saja merajalela. Kisruh dan dampak buruk plagiarisme acap kita dengar, akan tetapi kita yang katanya paling cerdas ini terlalu enggan memetik hikmah dan mengambil pelajaran karena sudah tenggelam dalam kemabukan ketenaran. Seperti kata Coelho, berapa kali sudah kita melihat langit tanpa memperhatikan kedalamannya? Sudah berapa sering kita melihat pemandangan tanpa menyadari keindahannya?

Dari maraknya kasus plagiarisme yang tak berkesudahan ini membuat saya berasumsi, barangkali kita tumbuh dari generasi yang mengajarkan bahwa kejujuran bukan modal utama, sebagai hasilnya kita berbaris menuju suatu dunia yang mana popularitas, decak kagum, dan pujian sebagai fondasinya. Dengan demikian, bohong atau tidak jujur atau mencuri hasil karya orang lain bukan lagi sebuah masalah sebab terpenting adalah pujian, tepukan gemuruh, dan sorak sorai membahana. Dalam hal ini, jejaring sosial media, ikut berperan mendukung segala proses terbentuknya di mana segala hasil karya (baik itu plagiat atau tidak plagiat) diunggah tanpa proses editing, tidak melalui meja redaksi.

Bisakah plagiarisme diberantas? Saya tak hendak pesimis, akan tetapi selama para plagiator tak pernah mendapat sanksi berat atas apa yang telah mereka lakukan, selama undang-undang tentang plagiariasme tak cukup kuat menjerat para tukang jiplak ini, maka plagiarisme masih dan akan terus terjadi di muka bumi, tak ubahnya praktek mega korupsi. Dampaknya, masyarakat kita akan terbiasa dengan yang instan, malas berpikir, tidak kreatif serta tidak orisinal karena merasa telah dicukupkan dengan melakukan copypaste.

Dinna F Norris

Tag: plagiator, plagiat, plagiarisme, parafrase, afi, tulisan, karya, pujian

COMMENTS

Name

asian games 2018 , 1 , asiangameskita , 1 , ayah , 1 , ayam geprek , 1 , ayam geprek kota medan , 1 , BPOM , 1 , cerpen , 1 , energiasia , 1 , event , 4 , Headline , 25 , I am geprek bensu , 1 , kateter , 1 , KISAH , 14 , perspektif , 33 , prostat , 1 , review , 3 , sakit , 1 ,
ltr
item
Perspektif: Plagiarisme Yang Menuai Sorak Sorai
Plagiarisme Yang Menuai Sorak Sorai
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhStUNSgMHwvwX1URD7BjtxYQNiHLlB2JGAJOquLBge9kR9d34GEh-xD93KHRBWVrgwFxzeW4N_t4o5jY7PaMn3GgKDNA5BwtNVbXgEsVC81vITkrSXN9Yj9LcBOXDgdavkqvu6tLwcooY/s640/ilustrasi+Plagiat.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhStUNSgMHwvwX1URD7BjtxYQNiHLlB2JGAJOquLBge9kR9d34GEh-xD93KHRBWVrgwFxzeW4N_t4o5jY7PaMn3GgKDNA5BwtNVbXgEsVC81vITkrSXN9Yj9LcBOXDgdavkqvu6tLwcooY/s72-c/ilustrasi+Plagiat.jpg
Perspektif
https://dinnafnorris.blogspot.com/2017/06/plagiarisme-yang-menuai-sorak-sorai.html
https://dinnafnorris.blogspot.com/
https://dinnafnorris.blogspot.com/
https://dinnafnorris.blogspot.com/2017/06/plagiarisme-yang-menuai-sorak-sorai.html
true
2888535187332573494
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy