Retrovailles

Kunci pintu rumah bagian belakang lenyap. Biasanya ia tergantung di lobang kunci. Tapi sudah tiga bulan belakangan aku tak melihat k...



Kunci pintu rumah bagian belakang lenyap. Biasanya ia tergantung di lobang kunci. Tapi sudah tiga bulan belakangan aku tak melihat kunci berentet tiga itu (satu buah kunci pintu belakang, dua buah lagi kunci gembok) di tempatnya. Karena itu setiap berpergian aku hanya menutup pintu rapat-rapat dan mengandalkan kunci sorong yang ada di bagian atas dan bawah. Selebihnya berdoa pada Sang Pemilik Takdir agar supaya rumah kami beserta software dan hardware-nya terjaga dari mara bahaya, terlindungi dari para bandit yang tak berketuhanan.

Tak tahu ke arah mana kunci itu menghilang, bersama siapa ia pergi. Yang jelas aku tidak pernah membawa-bawa kunci pintu belakang kemanapun. Kedua adikku pun tidak. Meski bukan emas permata, tapi kunci tersebut begitu penting bagi keamanan jiwa di tengah maraknya praktek kejahatan hingga tak segan-segan menghabisi nyawa.

Letih aku mencarinya ke berbagai penjuru. Di kolong tempat tidur, di bawah tumpukan bantal, di rak buku, di dalam laci, di lemari makan, di dalam kulkas, di dalam mesin cuci, bahkan pada lembar-lembar buku masa lalu, siapa tahu terselip di situ. Tapi pencarianku tak juga menampakkan hasil. Hingga akhirnya aku memutuskan menyerah, untuk tidak lagi mengingat kunci tersebut. Menghentikan pencarian dan melupakan keberadaan sesuatu adalah resep mujarab menghalau kemelut dalam pikiran. ‘Toh banyak hal lebih penting dan lebih urgen yang mesti kupikirkan ketimbang kunci pintu belakang’, gerutuku dalam hati. Aku bahkan terpikir memanggil tukang kunci agar membuat kunci baru beserta duplikatnya. Rangkap tiga sekaligus.

Namun tadi, di suatu pagi yang dingin, pada saat sekawanan kodok dan jangkrik masih larut dengan permainan orkestranya, pada saat aku hendak menyapu daun-daun pohon mahoni yang berguguran di halaman samping rumah, secara ajaib kunci menyebalkan itu muncul di hadapanku, berjajar rapi di antara daun dan bebatuan. Lokasi yang sama di mana aku juga mencarinya sekitar satu bulan lalu. Rasanya seperti retrovailles, perasaan bahagia bisa bertemu kembali karena telah terpisah sekian lama.

Mataku berbinar, senyumku mengembang lebar. Ada setangkup haru yang menyelinap dengan cepat dan diam-diam. Aku bahkan tak tahu bagaimana menjelaskan perasaan yang hadir di pagi itu. Tapi aku bahagia sebab sesuatu yang selama ini kucari akhirnya datang sendiri. Apakah bahagia sesederhana itu? Entahlah. Karena aku juga bahagia terhadap hal yang seru, mewah dan superior, seperti ketika aku memilih out dari kelas ekonomi yang diajar Pak Muchlis, bahagia karena menduduki posisi Kepala Bidang Eksternal Kohati Cabang Medan dengan proses penunjukan langsung, bahagia menjadi bendahara umum di DPD Partai Gerindra Sumatera Utara pada usia 21 tahun (usia yang terbilang sangat muda di dunia perpolitikan), bahagia karena bisa duduk manja di mobil-mobil mewah, bahagia bisa bertemu dan berbincang-bincang dengan Prabowo Subianto, Muchdi PR, Zainuddin MZ, Fadli Zon (ya, bertemu orang yang memiliki perpustakaan terlengkap ini juga termasuk kebahagiaan), bahagia karena bisa ber-Haji saat umur 15 tahun, dan bahagia karena saat kecil dulu kami (ayah, ibu, aku dan ke enam saudaraku) selalu bermobil dari kampung menuju Gramedia Medan Mall setiap minggu.

Tapi kadang ada rasa lain yang tak mampu dijelaskan dengan kata-kata. Bahagia yang hanya bahagia, karena kebahagiaan tak memerlukan perbandingan. Sesederhana itu saja. Dan momen retrovailles ini mengingatkanku pada film Chinese Zodiac, ketika Jackie yang diperankan oleh Jackie Chen menemukan lukisan mawar peninggalan Paris pada zaman sebelum masehi. Sebenarnya lukisan mawar yang langka dan paling berharga itu menjadi target pencurian Jackie dan team-nya. Namun karena tidak ditemukan, akhirnya target operasi mereka beralih pada sembilan patung kepala perunggu yang bersimbol zodiak china. “sudah lama aku mencarimu, sekarang muncul sendiri”, ujar Jackie pada lukisan mawar sembari tersenyum jenaka saat ia berada di ruang perpustakaan di rumah si pemilik patung kepala perunggu tersebut. Saking gembiranya, Jackie lantas menghubungi team-nya yang sedang menunggu di mobil, “kalian tahu benda berharga apa yang kutemukan? Lukisan mawar” bisiknya melalui sambungan telepon seluler.

Sama halnya saat lipstik NYC SMLC amsterdamku raib. Aku sa’i mencarinya ke sana kemari. Aku bertanya pada adik-adikku, pada ketujuh kucing peliharaan, dan pada rumput yang bergoyang. Kesemuanya menggeleng serentak, tak tahu apa-apa. Aku angkat tangan, dan memilih untuk melupakan, dan membeli lipstik baru. Lalu apa hal? Sebulan setelah drama kehilangan itu, lipstik NYC seharga sekarung beras netto 10 kg tersebut tergeletak manis dalam laci. Padahal satu bulan lalu aku sudah mencarinya di situ. Grrrrhh... Rasanya seperti nano-nano. Ada rasa kesal, bahagia, gemas, marah, kaget, serta haru.

Masih banyak cerita serupa terjadi dalam hidupku. Cerita yang mana aku menyebutnya dengan retrovailles. Dan anehnya, kenapa momen ini bisa berlaku: kehilangan, berhenti berharap dan menyerahkan sisanya pada Tuhan, mulai melanjutkan hidup, mencari hal baru sekedar pengalihan fokus, kemudian beberapa bulan setelahnya, aku menemukan kehilangan.

Namun, aku percaya bahwa tak ada peristiwa di dunia ini yang terjadi secara kebetulan. Semua sudah diatur oleh sang penguasa semesta. Dan seperti biasa, di balik cerita, acap tersimpan hikmah dan butir-butir pengetahuan bahwa: 1. Tuhan memberi kita kerumitan, tapi adakalanya kita harus berdamai dengan segala kerumitan tersebut dan bersiap melanjutkan hidup; 2. Sekali kita menyadari segala hal yang kita alami adalah karena campur tangan Tuhan, maka (pada akhirnya) hidup terasa lebih enteng, nafas menjadi lebih ringan; 3. Jangan biarkan kemelut mengambil peranan; 4. Perindah segala hal dalam hidup sekalipun masalah menjungkirbalikkan sampai ke titik nadir, sebab matahari pasti akan bersinar esok pagi karena itu hari yang lebih baik tentu akan menanti.



Tag: retrovailles, hilang, bertemu, kunci, Tuhan, kehidupan, kebahagiaan, nulisbuku, nulisrandom2017

COMMENTS

Name

asian games 2018 , 1 , asiangameskita , 1 , ayah , 1 , ayam geprek , 1 , ayam geprek kota medan , 1 , BPOM , 1 , cerpen , 1 , energiasia , 1 , event , 4 , Headline , 25 , I am geprek bensu , 1 , kateter , 1 , KISAH , 14 , perspektif , 33 , prostat , 1 , review , 3 , sakit , 1 ,
ltr
item
Perspektif: Retrovailles
Retrovailles
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8v_9VtuVpW9WrVRI3ryjJ6-tPw_M8C_v0wnTcKL1FI_j4Dcvn3N8ARMu_a1Z1GxN_ztpQmYPdcJzEMY7zpF25uMHXsKn-kE-iffrYl71Qe-BQTZ2kItDrjeHucy5M2io4SYQCQlL1Hic/s640/Retrouvailles.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8v_9VtuVpW9WrVRI3ryjJ6-tPw_M8C_v0wnTcKL1FI_j4Dcvn3N8ARMu_a1Z1GxN_ztpQmYPdcJzEMY7zpF25uMHXsKn-kE-iffrYl71Qe-BQTZ2kItDrjeHucy5M2io4SYQCQlL1Hic/s72-c/Retrouvailles.jpg
Perspektif
https://dinnafnorris.blogspot.com/2017/06/retrovailles.html
https://dinnafnorris.blogspot.com/
https://dinnafnorris.blogspot.com/
https://dinnafnorris.blogspot.com/2017/06/retrovailles.html
true
2888535187332573494
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy