Tangis

Jika sebagian orang ingin dimaklumi bahwa serangkaian aksi yang ditujukan pada Ahok bukan merupakan politisasi melainkan murni panggilan...


Jika sebagian orang ingin dimaklumi bahwa serangkaian aksi yang ditujukan pada Ahok bukan merupakan politisasi melainkan murni panggilan hati untuk membela kitab suci, tentunya mereka juga akan memaklumi bahwa tangisan Ahok saat menyampaikan nota keberatan pada persidangan 14 Desember 2016 kemarin sebagai pelampiasan emosi, bukan berupa siasat atau trik untuk mencari simpati. Apalagi sampai berprasangka bahwa bulir air mata tersebut mampu mengganggu kewarasan hakim yang nantinya dapat memengaruhi hasil persidangan.

Faktanya bahwa setiap orang perlu meneteskan airmata, meski sesekali. Entah itu airmata kebahagiaan atau kesedihan, airmata gembira atau luka, airmata cinta atau kecewa, airmata seorang taqwa atau pendosa. Sebab dengan menangis seseorang dapat melepaskan segala ketegangan dan energi buruk dari dalam dirinya. Meski tangisan tak lantas membuat segala kerumitan terselesaikan, namun hal ini dinilai cukup ampuh untuk menata kembali semangat dan membangun kepercayaan diri yang mungkin sempat lenyap akibat berbagai tekanan yang datang dari berbagai lapisan.

"Semua perasaan ini perlu dirasakan" tutur John Bradshaw. "Kita perlu terisak dan menangis, berkeringat dan gemetar", tulis motivator sekaligus tenaga pendidik Amerika Serikat ini dalam bukunya 'Home Coming'.

Akan tetapi, di negeri ini, negeri yang konon menjunjung kebebasan berekspresi, rupanya menangis dapat menjadi sebuah problem yang menuai gunjingan tak berkesudahan, rupanya tangisan tak lagi dianggap sebagai upaya untuk bertahan dari segala dera atau sekedar usaha untuk menguatkan diri. Atau barangkali, pikiran kita telah diselimuti prasangka akibat terlalu sering melahap tayangan infotainment dan sinetron, bahwa sosok yang menangis tentulah seorang penjahat yang berakting dengan penuh drama?

Jika semua hal harus dicurigai, jika semua laku harus dilandasi prasangka, maka apalagi yang tersisa dari peradaban ini untuk dikenang, dipelajari, dan dikagumi?

Kita memang tidak sedang tinggal di Republik Plato yang berusaha membangun suatu negara yang di dalamnya semua orang tertarik pada kebajikan. Meski demikian kita tak lantas mengamini dan mengadopsi Il Principe yang mendirikan dominion-dominion berdasarkan kecurigaan.

Kita mungkin bisa mengolok-olok Plato melalui Republik-nya, yang ingin menanamkan semua cara memerintah dengan kebenaran murni sehingga dapat menciptakan komunitas yang lebih baik. Sementara Machiaveli melalui Il Principe kita sebut dinamis dan ekspansif sekaligus mendekati realitas politik, karena berani menyimpulkan bahwa inti negara adalah kekuasaan.

Meski demikian, kita perlu meyakini bahwa Machiavelli bergegas. Ia boleh saja merumuskan apa-apa yang nyata dalam kehidupan politik. Namun ada yang terlewat, ada yang ia lupa di saat-saat ia menuliskan Il Principe berdasarkan kekagumannya atas Cessare Borgia. Bahwa hidup tidak senantiasa tumbuh dan bergulir pada kecurigaan dan kekuasaan, ada yang lebih penting dari itu yakni: persaudaraan, persatuan, serta tanggung jawab untuk bersikap adil bahkan sejak dalam pikiran.

Saya ingin menukil sebuah kisah yang diceritakan kembali oleh Anwar Wardah, seorang cendekiawan muslim dari Damaskus. Kiranya kisah ini dapat meniupkan hawa kedamaian di hati kita. Meski tak cukup mampu menghapus amarah yang telah mewabah, setidaknya dapat membuat kita berpikir ulang bahwa memaafkan masih menjadi senjata bagi pribadi seorang muslim, bahwa memaafkan juga akan menjadikan kita lebih mulia ketimbang melahirkan provokasi, menyebarkan caci maki, memelihara kebencian serta menciptakan permusuhan.

Di suatu negeri ada orang yang berbuat dosa sehingga dia dicaci oleh orang-orang sekitarnya. Abu al-Darda mengingatkan mereka atas hal itu.
"Aku ingin tahu pendapat kalian, seandainya saudaramu ini kalian temukan terperosok ke sebuah kawah, apakah akan kalian biarkan saja?"
Serempak mereka menjawab 'tidak'.
"Kalau begitu kalian jangan mencacinya" ujar Abu Darda, "tapi tolong dan bantulah dia menjadi orang baik, jangan lupa memuji Allah karena telah menyelamatkan kalian dari dosa yang telah diujikan kepadanya", lanjutnya masih berdiri di tengah-tengah kelompok tersebut.
"Apakah anda tidak membencinya wahai Abu Darda?" tanya seseorang di antara mereka.
"Sama sekali tidak. Yang kubenci hanyalah amal buruknya. Jika dia meninggalkannya, berarti dia saudaraku", tukas Abu al-Darda mengakhiri perbincangan.

Tentu saja saya tidak berhak memaksa siapapun untuk menyetujui tulisan ini, sebab saya sangat memahami, orang akan meyakini apa yang ingin ia yakini. Tapi menanggapi perkara tangis ini, aku telah melakukan bagianku, dan silakan lakukan bagianmu. Dan akhirnya, saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan mengutip pesan Ali bin Abi Thalib 'derajat tertinggi memaafkan adalah kau memaafkan orang yang menzalimimu saat kau mampu membalas kezalimannya'.



Tag:
Politik, il principe, plato, machiavelli, cessare borgia, ahok, islam, tangis, abu darda, republik

COMMENTS

Name

asian games 2018 , 1 , asiangameskita , 1 , ayah , 1 , ayam geprek , 1 , ayam geprek kota medan , 1 , BPOM , 1 , cerpen , 1 , energiasia , 1 , event , 4 , Headline , 25 , I am geprek bensu , 1 , kateter , 1 , KISAH , 14 , perspektif , 33 , prostat , 1 , review , 3 , sakit , 1 ,
ltr
item
Perspektif: Tangis
Tangis
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpqJI5xMR1313koY0whjEJQo1185xqrU7f0msHYzuUdUn-zTd7Mp5YNyOGw739RKvNPces33kZb-BsYO1d8pYebqz6HM1ypcI6lvNsFhyphenhypheno9dlQcg-4eoYrjbYis3JxQ5eDmJ8S7gBmAgI/s640/ahok+menangis.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpqJI5xMR1313koY0whjEJQo1185xqrU7f0msHYzuUdUn-zTd7Mp5YNyOGw739RKvNPces33kZb-BsYO1d8pYebqz6HM1ypcI6lvNsFhyphenhypheno9dlQcg-4eoYrjbYis3JxQ5eDmJ8S7gBmAgI/s72-c/ahok+menangis.jpg
Perspektif
https://dinnafnorris.blogspot.com/2016/12/tangis.html
https://dinnafnorris.blogspot.com/
https://dinnafnorris.blogspot.com/
https://dinnafnorris.blogspot.com/2016/12/tangis.html
true
2888535187332573494
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy