Seorang politisi yang sukses harus mampu menangani masalah-masalah yang rumit di sekitarnya dan situasi-situasi sulit yang terjadi padan...
Seorang politisi yang sukses harus mampu menangani masalah-masalah yang rumit di sekitarnya dan situasi-situasi sulit yang terjadi padanya. Ia harus aktif dan concern pada kegunaan kekuasaan, harus memupuk hubungan baik pada pihak-pihak yang memiliki pengaruh dalam kekuasaan, serta keputusan-keputusan seperti apa yang dapat memihak dan menguntungkannya..
Seorang politisi juga harus memiliki strategi untuk mendefinisikan setiap tindakan yang diambil, dan yang paling mungkin berhasil. Laboratoriumnya berlangsung hari ini dan hari esok yang dekat. Dunianya adalah kekuasaan hari ini dan kekuasaan esok pagi.
Saya ambil contoh kasus yang baru terjadi. Hari ini, 4 November 2016, kekuasaan Basuki Tjahya Purnama atau Ahok digoyang oleh massa yang berdemonstrasi. Protes keras dilancarkan, Ahok dituduh melakukan penistaan terhadap agama. Lantas berdasarkan kasus yang menimpanya apakah membuat kekuasaan Ahok berakhir?
Ya, jika pemerintah, kepolisian, hukum dan partai pendukung ingin menyudahi perjalanannya. Bagaimana jika Ahok dipaksakan melanjutkan kekuasaan?
Politik adalah seni dari segala kemungkinan. Dan kemunginan tersebut termaktub dalam PKPU pasal 4 ayat 1 huruf f 'terpidana karena kealpaan ringan (culva levis)' yang mana perubahannya telah dilakukan oleh Komisi II DPR.
Dan pada tanggal 6 September kemarin, Komisi II DPR membuat penafsiran baru terhadap pasal 4 huruf f tentang culva levis tersebut adalah ketentuan soal terpidana percobaan bisa maju Pilkada. Dan perubahan tersebut telah tertuang dalam peraturan KPU.
Adapun KPU hanya bisa menerima perubahan yang dilakukan DPR sebab putusan tersebut berkekuatan hukum tetap (inkracht). Seperti termaktub dalam pasal 9 huruf A UU No 10 tahun 2016 yang mengatur bahwa PKPU yang disusun harus dikonsultasikan dengan DPR dan pemerintah dalam rapat dengar pendapat yang keputusannya mengikat.
Berikutnya, bagaimana jika rakyat terus merongrong agar Ahok dinyatakan bersalah? Maka sebaiknya kepolisian atas persetujuan pemerintah berwenang wajib menangkap Ahok, lalu pengadilan dapat mengetok palu, membuat putusan sebagai culva levis, dan kemudian menjatuhkan hukuman pada Ahok sebagai Tahanan Percobaan. Selesai perkara.
Maka pemilukada DKI Jakarta 2017 bisa sukses dilaksanakan dengan Ahok masih menempati nomor urut 2 sebagai kontestan pemilukada.
Kepada pihak-pihak yang berseteru dan kemudian disebut sebagai penantang Ahok, sebaiknya merencanakan strategi lain. Seperti menambah asupan serangan fajar agar Ahok benar-benar hilang dari radar.

COMMENTS